Senin, 06 Desember 2010

Obyek Wisata Daerah Kalimantan Barat

 Pontianak

Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat dengan wilayah yang terpencar-pencar, Pusat perdagangan Kota Pontianak berada di bagian Utara yaltu di Jl. Rahadi Usman yang berada di dekat kawasan terminal angkutan (feri) sungai. Kota ini menjadi terkenal karena dilalui garis khatulistiwa hingga menjadi pertemuan dua sungai besar yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kota Pontianak dibangun pada tahun 7770 oleh seorang pedagang asal Arab bemama Syarif Abdurrahman Al Gadri. Menyusuri sungai besar di Pontianak merupakan salah satu kegiatan yang menarik karena wisatawan dapat melihat langsung kehidupan masyarakat setempat, salah satunya adalah mengunjungi Pasar Kapuas Besar. Pasar yang berada di tepi Sungai Kapuas ini merupakan salah satu atraksi wisata paling menarik di Pontianak. Waktu terbaik menyakslkan transaksi juai beli di pasar tradisional ini adalah pada sekitar pukul lima hingga delapan pagi.
Di tengah perjalanan menyusuri sungai Anda bisa juga mampir di Monumen Khatulistiwa, tiga kilometer dan pusat kota. Setelah itu menyinggahi Makam Batu Layang, makam keluarga Kesultanan Pontianak dan perjalanan bisa diteruskan ke Kampung Dalam Bugis.
Di  cabang sungai  tempat pertemuan  Sungai Kapuas Besar dan  Sungai Landak berdiri Istana Kesultanan Kadariah yang memiliki masjid kuno Jami' Sultan 100 meter di sebelah Selatan Masjid Jami' terdapat Istana atau Keraton Kadariyah. Istana Kerajaan Pontianak ini terletak  di Kampung Dalam Bugis, Pontianak Timur yang saat ini digunakan sebagai museum. Bangunan tua yang cukup megah ini dilapisi cat kuning yang melambangkan kebesaran kerajaan Melayu.
Di dalam bangunan dapat ditemui berbagai peninggalan kerajaan seperti kursi singgasana, pakaian, keris, meriam dan sebagainya. Keraton yang berukuran 30 x 50 meter ini merupakan keraton terbesar yang ada di Kalimantan Barat. Istana yang terbuat dari kayu belian ini dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman pada tahun 1771. Sebanyak delapan sultan pernah tinggal di istana ini setelah wafatnya sultan pertama Syarif Abdurrahman pada tahun 1808. Sultan Pontianak terakhir rneninggal tahun 1978.
Masjid Abdurrahman adalah Masjid pertama yang dibangun di Kota Pontianak ini terletak di tepi Sungai Kapuas berhadapan dengan Istana atau Keraton Kadariyah. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Jami yang merupakan masjid Kesultanan Syarif Abdurrahman yang memerintah Kesultanan Pontianak dari tahun 1770 hingga wafatnya pada tahun 1808.
Masjid yang memiliki arsitektur masjid Sumatera ini memiliki atap persegi empat yang bertingkat-tingkat yang keseluruhannya terbuat dari kayu. Masjid ini memiliki desain yang indah baik di dalam maupun di luarnya. Anda dapat menyewa perahu dari dermaga Pinisi di Jl. Sultan Muhammad menyeberangi Sungai Kapuas untuk mengunjungi masjid ini.
Museum Negeri Pontianak, berlokasi di Jl. Ahmad Yani di dekat Universitas Tanjungpura di bagian Selatan Kota Pontianak. Di dalam museum terdapat benda-benda yang berasal dari masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat seperti pakaian, alat-alat rnusik, berbagai peralatan dan hasil kerajinan tangan.
Museum ini juga memiliki koleksi keramik atau tempayan yang berasal dari Pulau Kalimantan dan luar negeri seperti Thailand dan Cina. Koleksi kendi di museum ini memiliki ukuran dari yang kecil hingga yang sangat besar dan berasal dari abad ke-16.
Tugu Khatulistiwa Pontianak merupakan salah satu dari sedikit kota di dunia yang dilewati garis khatulistiwa. Garis Khatulistiwa atau garis ekuator adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi dua bagian yaitu Utara dan Selatan. Untuk menandai keistimewaan Kota Pontianak ini dibangunlah Tugu Khatulistiwa atau Equator Monumen pada garis lintang nol derajat yang terletak di Siantan, sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Pontianak ke arah Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar